Date : 23 Jun 2016 on 03:31 am | Comments : (0)

Jakarta, Kamar anak, terutama mereka yang memasuki masa remaja lumrah terlihat berantakan. Namun, orang tua perlu pula menilik kembali apakah barang-barang yang berantakan di kamar anak memang benar-benar berguna?

Sebab, ketika anak hobi menimbun barang tak terpakai yang nyatanya tidak berguna, bisa saja ia mengalami hoarding disorder. Kondisi ini merupakan gangguan di mana seseorang tidak mampu membuang barang-barang yang nyatanya tidak berguna. Namun, dikatakan profesor psikologi di University of South Florida, Eric Storch, PhD, hoarding disorder pada anak dan dewasa bisa berbeda.

"Pada anak, mereka bisa amat sensitif sampai emosinya meledak-ledak ketika orang yang mereka cintai ingin menyingkirkan barang bekas yang nyatanya memang tidak berguna. Bahkan, reaksi mereka bisa memukul dan menendang orang tua atau malah merusak barang lain," tutur Storch, dikutip dari SafeBee.

Menurut Storch, ada beberapa tanda ketika anak kemungkinan memiliki hoarding disorder. Pertama, anak cenderung menyembunyikan barang-barang khususnya yang tidak terpakai di area yang jarang terjangkau. Misalnya di balik lemari, meja rias, atau bahkan di kolong tempat tidur. Kemudian, anak merasa amat khawatir dengan benda-benda yang mereka simpan itu.

Baca juga: Anak Bisa Stres Saat Menghadapi Ujian, Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya

Bahkan, menurut International OCD Foundation, anak bisa merasa amat dekat dengan barang yang sudah tak terpakai itu. Storch menambahkan, kemungkinan anak mengalami hoarding disorder bisa dilihat pula apakah ada anggota keluarga lain yang juga mengalami gangguan ini.

Ketika anak sering menimbun barang yang tak terpakai itu, apa yang bisa dilakukan orang tua? Jennifer M Park, PhD dari Massachusetts General Hospital/Harvard Medical School mengatakan coba ajak anak untuk memilah barang tersebut dan tegaskan bahwa ada beberapa barang yang sudah tak layak lagi ia simpan. Lalu, beri penjelasan mengapa barang itu sudah saatnya disingkirkan.

"Gunakan pula aturan satu-satu. Ketika anak membawa satu barang ke rumah, maka ia harus mengeluarkan satu barang. Sehingga, anak belajar memilah mana barang yang perlu dan tidak. Jangan lupa pula beri reward ketika anak bisa melakukan itu, misalnya membelikan dia makanan favoritnya atau mengajak ke bioskop," kata Park memberi saran.

Namun, orang tua perlu mengajak anaknya ke profesional medis jika setelah barang tersebut dibuang, anak mengalami stres fisik dan psikis yang luar biasa. Sebab, menurut Park mendiagnosis dini apakah anak benar-benar mengidap hoarding disorder amat penting karena kondisi ini dapat dialami seseorang sampai ia dewasa.


Leave a Reply

Required fields are marked *

Let me know if it gets a reply
Trucuk II
Alamat : Jl.Wanglu,Telukan,Wanglu, Trucuk,Klaten,57467
Telp : 082892492475

Search

News Categories

Welcome

selamat datang di website kami

News Categories

News Categories