Date : 17 Nov 2015 on 04:08 am | Comments : (0)

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth

Jakarta - Ingus tak sekedar lendir yang dibuang ketika hidung tersumbat karena pilek. Ingus juga diketahui dapat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh Anda.

Sebagai contoh, warna ingus ternyata bisa mencerminkan penyakit yang sedang menyerang tubuh. Tak banyak juga yang tahu ingus tak boleh dilesitkan ketika tersumbat.

Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Jumat (13/11/2015) berikut 4 fakta soal ingus dan pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh Anda

1. Beda warna beda kondisi

Warna ingus terbukti mencerminkan kondisi kesehatan Anda. Beda warna ingus, beda pula kondisi kesehatannya.

Ingus berwarna kehijauan menandakan tubuh sedang terserang infeksi virus atau bakteri. Warna kecoklatan sekaligus lengket menandakan adanya infeksi jamur di hidung.

Warna merah atau pink menandakan ada kerusakan pada pembuluh darah bagian dalam hidung. Sementara ingus yang hitam menandakan adanya infeksi sinus kronis atau jamur akibat polusi udara dan asap

 

2. Empat Cangkir ingus diproduksi tiap hari

Ingus yang bening menandakan tubuh si pemiliknya sehat. Dalam sehari, rata-rata akan dihasilkan empat cangkir ingus yang berfungsi untuk menjaga lapisan hidung tetap lembab serta menyaring partikel seperti jamur, virus, bakteri, dan polutan, demikian dikatakan Scott Stringer, MD, profesor THT di University of Mississippi Medical Center.

"Untuk menjaga lendir di hidung tetap sehat, hal utama yang patut diperhatikan adalah kelembaban. Pertama, pastikan tubuh tetap terhidrasi. Apalagi, jaringan penghasil lendir juga ada di tenggorokan dan mulut sehingga minum bisa mencegah kekeringan. Selain itu jaga agar udara di rumah dan kantor tetap lembab terutama di musim dingin dengan udara kering," kata Stringer

 

3. Tak berbahaya jika tertelan

Ada kekhawatiran ketika sedang pilek, ingus yang tanpa sengaja tertelan akan berakibat negatif untuk tubuh. Hal ini dikatakan pakar tidak benar.

"Ya nggak apa-apa, masuk perut sih nggak bahaya," kata dr Rusdian Utama Roieslani, SpTHT-KL dari RS Gandaria, beberapa waktu lalu.

Dibandingkan saat tertelan kemudian masuk ke perut, menurut dr Rusdian ingus lebih berbahaya jika masuk ke telinga. Risiko ingus masuk ke telinga tidak bisa diremehkan, sebab bisa memicu otitis media efusi yang bisa memicu gangguan pendengaran.

 

4. Ingus jangan dilesit

Ketika pilek menyerang dan hidung tersumbat, keinginan untuk melesitkan atau menghembuskan ingus dari hidung memang sangat kuat. Tapi kebiasaan ini ternyata tidak baik dilakukan sering-sering

Saat melesitkan atau menghembuskan ingus, kadang-kadang tekanannya terlalu kuat sehingga ingus justru masuk ke telinga. Risiko ingus masuk ke telinga tidak bisa diremehkan, sebab bisa memicu otitis media efusi yang bisa memicu gangguan pendengaran.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk tidak terlalu kuat saat melesitkan ingus. Pelan-pelan saja agar tidak mendorong ingus masuk ke telinga, atau bahkan merusak telinga secara langsung lewat tekanannya yang terlalu kuat.

 


Leave a Reply

Required fields are marked *

Let me know if it gets a reply
Majegan
Alamat : Jln Raya Jatinom Boyolali No Telp (0272) 337285 Klaten 57482
Telp : 0272 337285

Search

News Categories

welcome

sugeng rawuh di puskesmas majegan