Date : 17 Nov 2015 on 03:53 am | Comments : (1)

Manajemen
Kesehatan Lingkungan Puskesmas


1.1 Penyehatan Lingkungan Puskesmas

 Perbaikan kesehatan lingkungan merupakan
salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu
faktor yang memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan masyarakat. Lingkungan
mempengaruhi proses perkembangan penyakit. Mutu lingkungan sarana pelayanan
kesehatan Puskesmas sangat berpengaruh pada proses penyembuhan pasien dan
sebaliknya, keadaan pasien juga mempengaruhi mutu lingkungan Puskesmas.
Lingkungan puskesmas merupakan bagian dari lingkungan masyarakat sekitar.

 Pada prinsipnya masalah kesehatan lingkungan
Puskesmas tidak jauh beda dengan Rumah Sakit. Dalam hal ini upaya kesehatan
lingkungan Puskesmas yang meliputi segala upaya untuk menyehatkan dan
memelihara lingkungan Puskesmas dan pengaruhnya terhadap manusia serta upaya
penyehatan lingkungan Puskesmas yang diantaranya penyuluhan kesehatan
lingkungan, sterilisasi/desinfeksi, penanganan sampah dan limbah, dll.
Masyarakat akan mudah terinfeksi dan tertuar penyakit apabila lingkungan
Puskesmas tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu ada persyaratan kesehatan
lingkungan, ruang dan bangunan serta fasilitas sanitasi yang tidak jauh beda
dengan persyaratak untuk Rumah Sakit.

 
1.2 Pengelolaan Limbah Klinis

 Limbah klinis adalah limbah yang bersalal
dari pelayanan medis, perawatan, pengobatan, penelitian atau pendidikan yang
menggunakan bahan-bahan yang beracun, infeksius, berbahaya tau bisa
membahayakan kecuali jika dilakukan pengamanan tertentu. Terhadap limbah tersebut
perlu perlu pengelolaan terlebih dahulu sebelum diangkut ketempat pembuangan
atau dimusnahkan dengan unit pemusnah setempat.

 

Berdasarkan potensi bahaya yang terkandung
dalam limbah klinis, maka jenis limbah dapat digolongkan sebagai berikut:

 

  1. Limbah benda tajam
  2. Limbah infeksius
  3. Limbah jaringan tubuh
  4. Limbah citotoksik
  5. Limbah farmasi
  6. Limbah kimia
  7. Limbah radioaktif

Limbah klinis Puskesmas dapat membahayakan dan
menimbulkan gangguan kesehatan bagi pengunjung terutama petugas yang menangani
limbah tersebut serta masyarakat sekitar Puskesmas.

 1.3 Audit Lingkungan Puskesmas

 Audit lingkungan puskesmas menjadi penting
karena berkaitan dengan kesehatan penghuninya seperti pasien, pegawai, dan
mereka yang berkepentingan daan masyarakat sekitarnya. Audit Puskesmas
merupakan pemeriksaan kesehatan dilingkungan puskesmas dari aspek lingkungan.
Cara yang paling baik untuk mengidentifikasi permasalahan dan mengkaji resiko
yang ditimbulkan sebelum terjadi kecelakaan/insiden lingkungan adalah melalui
inspeksi. Ada dua kategori inspeksi, yaitu:

 

  1. Inspeksi informal inspeksi
    mendadak (sidak)

 

Inspeksi informal
adalah sekedar memeriksa kesadaran dari tiap pelaksana waktu melakukan tugas
rutinya. Bila dilakukan dan dipakai lebih luas dan benar maka cara pemeriksaan
seperti ini akan dapat “menangkap” atau melihat lebih banyak masalah potensial
ketika terjadi suatu perubahan dan pekerjaan sedang dilakukan.

 

  1. Inspeksi yang terencana

 Inspeksi terencana
lebih formal dan komprehensif.

 1.4 Upaya Kesehatan Lingkungan

 

  1. Upaya pengawasan kesehatan
    lingkungan

 

1)    Penyehatan Air

 

Secara umum Program
Penyehatan Air bertujuan untuk meningkatkan kualitas air untuk berbagai
kebutuhan dan kehidupan manusia untuk seluruh penduduk baik yang berada di
pedesaan maupun di perkotaan dan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
masyarakat dalam memakai air. Kegiatan upaya penyehatan air meliputi :
Surveilans kualitas air; Inspeksi Sanitasi Sarana Air Bersih; Pemeriksaan
kualitas air; Pembinaan kelompok pemakai air. Kegiatan dilaksanakan dengan
strategi terpadu pengawasan, perbaikan dan pembinaan pemakai air.

 

2)  Penyehatan lingkungan pemukiman

 

Penyelenggaraan
upaya penyehatan lingkungan permukiman, dilaksanakan dengan meningkatkan
kemampuan masyarakat untuk hidup serasi dengan lingkungan dan dapat mewujudkan
kualitas lingkungan permukiman yang bebas dari risiko yang membahayakan
kesehatan pada berbagai substansi dan komponen lingkungan, yaitu meliputi
jamban keluarga, saluran pembuangan air limbah (SPAL), dan pengelolaan sampah.

 

3) Penyehatan tempat-tempat umum
(TTU)

 

Program Penyehatan
Tempat-Tempat Umum bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan
tenpat-tempat umum dan sarana kemasyarakatan lainnya yang memenuhi persyaratan
kesehatan, sehingga dapat melindungi masyarakat dari penularan penyakit,
keracunan, kecelakaan, pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan lainnya.

  1. Penyediaan sarana air bersih
    dan sanitasi dasar

 Program yang dicanangkan untuk mencapai arah kebijakan
tersebut diantaranya peningkatan lingkungan sehat. Dilakukan dengan cara
penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar, pengawasan kualitas lingkungan
serta pengendalian dampak resiko lingkungan. Meningkatnya proporsi keluarga
yang memiliki akses terhadap sanitasi dasar, menurunnya faktor resiko
lingkungan penyebab penyakit dan gangguan kesehatan. Serta meningkatnya jumlah
kawasan/wilayah sehat. Program berikutnya pencegahan dan pemberantasan
penyakit.

 

Melalui Klinik Sanitasi diharapkan upaya pelayanan
kesehatan promotif, preventif dan kuratif dilaksanakan secara terintegrasi
melalui pelayanan kesehatan pemberantasan penyakit berbasis lingkungan di luar
maupun di dalam gedung Puskesmas. Puskesmas memiliki misi untuk menyelenggarakan
upaya kesehatan esensial yang bermutu, merata, dan terjangkau sesuai dengan
kebutuhan masyarakat, untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat di wilayah
kerjanya. Untuk itu dilakukan dengan cara membina peran serta, upaya kesehatan
inovatif, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

 Pemeliharaan dan pengawasan

  1. kualitas lingkungan

Perkembangan berbagai
kawasan seperti kawasan industri, kawasan perumahan, kawasan transportasi,
kawasan wisata atau tempat-tempat umum, maka menuntut pula perkembangan wilayah disertai dengan
tuntutan pengadaan infrastruktur, disertai dengan upaya rekayasa penanggulangan
kerusakan lingkungan yang terjadi setelah fase konstruksi. Hal ini menunjukkan
belum berjalannya perencanaan pembangunan berwawasan lingkungan. Mencermati hal ini, maka
prospek keberadaan tenaga kesehatan lingkungan yang berkualitas dengan jenjang
yang lebih baik akan dapat menyelesaikan permasalahan seperti yang terjadi saat
ini.

Prospek pendidikan
tenaga kesehatan lingkungan dan lulusannya pada masa mendatang yang penuh
tantangan dan peluang, akan lebih kompetitif dan lebih profesional terutama
dalam menghadapi upaya pemerintah yang lebih fokus pada pembangunan dibidang
industri yang dikenal dengan indutrialisasi.


1 Comments

hisam ashadi
Submitted On 26 Aug 2017 at 10:03 amReply ↓
minta ijin untuk share,,, trims

Leave a Reply

Required fields are marked *

Let me know if it gets a reply
Klaten Utara
Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan, Klaten Kode Pos 57431
Telp : 0272 326650

Search