Date : 25 May 2014 on 09:10 pm | Comments : (0)

Apa itu tuberkulosis ?

MTB, atau TB (singkatan dari bacillus berbentuk tuberkel) merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis.[1] Tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.[2]Infeksi TB umumnya bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila Tuberkulosis tidak diobati maka lebih dari 50% orang yang terinfeksi bisa meninggal.

Gejala klasik infeksi TB aktif yaitu batuk kronis dengan bercak darah sputum atau dahakdemamberkeringat di malam hari, danberat badan turun. (dahulu TB disebut penyakit "konsumsi" karena orang-orang yang terinfeksi biasanya mengalami kemerosotan berat badan.) Infeksi pada organ lain menimbulkan gejala yang bermacam-macam. Diagnosis TB aktif bergantung pada hasilradiologi (biasanya melalui sinar-X dada) serta pemeriksaan mikroskopis dan pembuatan kultur mikrobiologis cairan tubuh. Sementara itu, diagnosis TB laten bergantung pada tes tuberkulin kulit/tuberculin skin test (TST) dan tes darah. Pengobatan sulit dilakukan dan memerlukan pemberian banyak macam antibiotik dalam jangka waktu lama. Orang-orang yang melakukan kontak juga harus menjalani tes penapisan dan diobati bila perlu. Resistensi antibiotik merupakan masalah yang bertambah besar pada infeksituberkulosis resisten multi-obat (TB MDR). Untuk mencegah TB, semua orang harus menjalani tes penapisan penyakit tersebut dan mendapatkan vaksinasi basil Calmette–Guérin.

Para ahli percaya bahwa sepertiga populasi dunia telah terinfeksi oleh M. tuberculosis,[3] dan infeksi baru terjadi dengan kecepatan satu orang per satu detik.[3] Pada tahun 2007, diperkirakan ada 13,7 juta kasus kronis yang aktif di tingkat global.[4] Pada tahun 2010, diperkirakan terjadi pertambahan kasus baru sebanyak 8.8 juta kasus, dan 1,5 juta kematian yang mayoritas terjadi di negara berkembang.[5] Angka mutlak kasus Tuberkulosis mulai menurun semenjak tahun 2006, sementara kasus baru mulai menurun sejak tahun 2002.[5] Tuberkulosis tidak tersebar secara merata di seluruh dunia. Dari populasi di berbagai negara di Asia dan Afrika yang melakukan tes tuberkulin, 80%-nya menunjukkan hasil positif, sementara di Amerika Serikat, hanya 5–10% saja yang menunjukkan hasil positif.[1] Masyarakat di dunia berkembang semakin banyak yang menderita Tuberkulosis karena kekebalan tubuh mereka yang lemah. Biasanya, mereka mengidap Tuberkulosis akibat terinfeksi virus HIV dan berkembang menjadi AIDS.[6] Pada tahun 1990-an Indonesia berada pada peringkat-3 dunia penderita TB, tetapi keadaan telah membaik dan pada tahun 2013 menjadi peringkat-5 dunia.

( sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis )

Melihat dari bahayanya penyakit TB, maka di Puskesmas Kalikotes telah berdiri paguyuban TB, sejak bulan Juni 2013, yang diketuai oleh Bapak Jumardi,SH. Paguyuban ini bernama Abdimas TB kepanjangannya yaitu Abdi Masyarakat TB. Paguyuban ini didirikan dengan tujuan antara lain : Untuk memutus mata rantai TB Paru, Untuk menemukan suspect TB dan untuk menemukan BTA (+)

Di dalam melaksanakan kegiatannya, paguyuban ini selalu didampingi oleh Ibu Anastasia Sugistiati selaku penanggung jawab TB di Puskesmas dan arahan serta bimbingan dari Kepala Puskesmas Kalikotes, drg Hj, Tri Sakti Handayani. Paguyuban ini telah melaksanakan kegiatan pertemuan secara rutin yaitu setiap selapan hari ( 35 hari ).

Diharapkan dengan adanya Paguyuban TB dapat meningkatkan penemuan penderita TBC dengan BTA positif secara dini, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan penyakit TBC, Mengontrol pola hidup dan cara minum obat yang benar sesuai dengan standart mutu, Mempermudah akses pelayanan penderita TBC untuk mendapatkan pelayanan yang sesuai standart mutu, Sebagai tempat berbagi pengalaman antar penderita maupun mantan penderita, Berbagi informasi kepada masyarakat luas khususnya keluarga penderita sehingga apabila ada anggota yang menderita TBC baru segera tertangani dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

 


Leave a Reply

Required fields are marked *

Let me know if it gets a reply
Kalikotes
Alamat : Tambaksari, Gemblegan, Kalikotes, Klaten
Telp : 0272 327613