Date : 23 Jun 2016 on 03:59 am | Comments : (0)

Jakarta, Tak bisa dipungkiri bahwa setiap wanita ingin terlihat cantik dan berkulit cerah. Itulah sebabnya dalam beberapa tahun terakhir ini penjualan produk pencerah kulit meningkat pesat. Puluhan produsen kosmetik dengan gencar bersaing mempromosikan produknya, terbukti dengan banyaknya iklan kosmetik terpampang di hampir setiap lokasi strategis, memasang model-model cantik dengan keindahan kulitnya.

Bukan rahasia lagi, bahwa biaya promosi produk kosmetik tersebut menyebabkan harganya melambung tinggi, sehingga masyarakat kelas menengah ke bawah kadang-kadang mengambil jalan pintas memilih kosmetik murah bahkan palsu.

Yang mengkhawatirkan adalah kualitas dan keamanan kosmetik-kosmetik ini kurang bisa dijamin. Oleh karena itu seringkali ditemui efek samping seperti rasa panas, gatal, mengelupas, atau kemerahan, bahkan timbulnya bengkak-bengkak akibat penggunaan kosmetik tersebut.

Bahan Pemutih Kulit Berbahaya

Beberapa tahun yang lalu, Pemerintah melalui Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan telah mengumumkan tentang kosmetik-kosmetik yang mengandung bahan pemutih berbahaya. Beberapa bahan pemutih kulit yang banyak digunakan pada kosmetik adalah merkuri, hidrokinon, dan asam retinoat. Nah, yang dinyatakan paling berbahaya adalah merkuri.

Merkuri atau raksa, memang pada awalnya dapat memudarkan flek hitam di kulit, namun jika penggunaan dihentikan, flek hitam bisa timbul kembali dengan ukuran lebih besar. Pada penggunaan lama, merkuri yang merupakan logam berat ini dapat memicu terjadinya kanker dan kerusakan ginjal.

Bahan pemutih kulit lainnya, seperti hidrokinon dan asam retinoat, dapat menimbulkan rasa panas dan gatal pada kulit sensitif. Pada penggunaan jangka panjang dan dosis besar, bahan-bahan kimia ini dapat menghilangkan pigmen kulit dan menyebabkan kulit berbercak putih seperti panu.

Penyebab Warna Cokelat pada Kulit

Melanin merupakan pigmen penentu warna kulit dan dapat melindungi jaringan kulit dari paparan radiasi sinar ultraviolet matahari. Proses pembentukan pigmen yang tidak normal mengakibatkan
kandungan melanin pada kulit tersebar tidak merata disebut hiperpigmentasi.

Pembentukan melanin dapat melalui beberapa jalur mekanisme, di antaranya adalah yang dikatalisis oleh enzim tirosinase. Tirosinase adalah suatu enzim yang mengkatalisi proses biosintesis melanin. Enzim tirosinase bekerja menghidroksilasi asam amino tirosin menjadi dihidroksifenilalanin (DOPA), lalu lebih lanjut enzim tersebut mengoksidasi DOPA menjadi dopakinon. Dopakinon itulah yang merupakan precursor atau bahan awal pembentukan melanin.

Cara Kerja Bahan Pemutih Kulit

Penggunaan zat kimia sebagi pemutih kulit dapat melalui mekanisme penghambatan kerja enzim tirosinase. Jika enzim ini dihambat, maka asam amino tirosin tidak mengalami oksidasi menjadi DOPA dan dopakinon, sehingga melanin tidak terbentuk. Contoh bahan pemutih kulit dengan mekanisme seperti itu adalah asam askorbat, arbutin, asam kojik, merkuri dan hidrokinon.

Adakah Bahan Alam yang Dapat Mencerahkan Kulit?

Beberapa tanaman dari famili Zingiberaceae diketahui memiliki potensi sebagai bahan pemutih alami, yaitu temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb.), kencur (Kaempferia galanga L.), lengkuas (Alpinia galanga L.), dan jahe (Zingiber officinale Roxb.)

Pada pencarian pencerah kulit alami, terbukti bahwa senyawa kaempferol menunjukkan interaksi yang terbaik dalam menghambat enzim tirosinase. Dengan demikian, masker yang terbuat dari teh, anggur, kubis, brokoli, tomat, dan stroberi, yang mengandung senyawa kaempferol, berpotensi untuk pencerah kulit.

*) Jutti Levita adalah dosen dan peneliti di Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, sekaligus penulis utama buku Pemodelan Molekul dalam Kimia Medisinal ISBN 978-979- 756-832- 0


Leave a Reply

Required fields are marked *

Let me know if it gets a reply
Jogonalan I
Alamat : Jl. Klaten-Jogja Km 6,5 Klaten
Telp : 0272 321759

Search

JOGSA....WE LOVE YOU !!

SELAMAT DATANG di PUSKESMAS JOGONALAN 1. Kami melayani Rawat jalan, Rawat inap, dan IGD 24 jam