Date : 23 Jun 2016 on 03:23 am | Comments : (0)

Orang tua yang memiliki bayi atau balita sudah saatnya meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran vaksin imunisasi palsu. Bareskrim Polri membongkar kasus penjualan vaksin palsu yang beredar di sejumlah wilayah di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Sejumlah vaksin yang dipalsukan adalah vaksin campak, polio, BCG, tetanus, dan hepatitis B.

"Hingga kini kami masih melakukan pengembangan kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya dampak buruk bagi yang menggunakannya. Proses pemeriksaan tersangka masih berlangsung dan kami sudah mendapatkan tujuh orang tersangka di lokasi berbeda,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Agus Setya di Jakarta, Rabu 22 Juni 2016.

Kasus itu pertama kali terungkap setelah adanya laporan dari salah satu rumah sakit di Bogor yang mencurigai mengenai vaksin yang dipasok dari sebuah perusahaan farmasi. Setelah diselidiki, vaksin-vaksin yang dikirim ke rumah sakit itu ternyata palsu. Dengan masuknya vaksin palsu ke rumah sakit, terindikasi jaringan pendistribusian vaksin palsu tersebut sudah terencana dengan matang.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan mengenai adanya keterlibatan oknum pegawai rumah sakit di Bogor yang terlibat dalam peredaran vaksin palsu. Namun, setelah dilakukan penelusuran ternyata polisi menemukan 6 lokasi yang diduga terlibat dalam transaksi serta peredaran vaksin palsu. Adapun lokasi peredaraanya yaitu Apotik Rakyat Ibnu Sina, di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur dengan tersangka MF sebagai penjual; di Jalan Manunggal Kalisari Jakarta dengan tersangka TM sebagai kurir; di Jatibening Kota Bekasi dengan tersangka S sebagai distributor; di Puri Hijau Bontaro Tangerang Selatan dengan tersangka P sebagai produsen; di Jalan Serma Hasyim Bekasi Timur Kota Bekasi dengan tersangka S sebagai produsen; dan di Kemang Jakarta Selatan dengan tersangka RA dan HT pasangan suami istri sebagai produsen. Adapun jenis vaksin yang dipalsukan antara lain vaksin campak, polio, BCG, tetanus, dan hepatitis B

Menurut Agus, proses produksi serta jalur distribusi untuk pengiriman vaksin dilakukan begitu ketat. Hal itu untuk menjamin agar vaksin yang diterima pasien sesuai dengan standar dan kualitas dari pembuat vaksin tersebut. Dengan masuknya vaksin palsu menunjukan adanya indikasi jaringan kejahatan dunia medis yang sengaja dilakukan. Selain itu ia juga meminta masyarakat untuk mewaspadai bila ada pihak-pihak yang menjual harga vaksin jauh lebih murah dari harga pasaran.**

http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2016/06/22/waspadai-peredaran-vaksin-palsu-372650


Leave a Reply

Required fields are marked *

Let me know if it gets a reply
Jambu Kulon
Alamat : Jl.Penggung - Jatinom No.2,Jambukulon,Ceper,Klaten
Telp : 0272 552740

Search