Date : 23 May 2014 on 10:51 am | Comments : (0)

Hal yang penting untuk diketahui mengenai vaksin Rotavirus, yaitu: Ada dua jenis vaksin Rotavirus yang beredar dan bisa dipergunakan di Indonesia Kedua jenis vaksin Rotavirus ini adalah vaksin rotavirus hidup yang telah dilemahkan (live attenuated rotavirus vaccine) Cara imunisasi kedua jenis rotavirus vaksin ini adalah per-oral (diminumkan), sehingga akan terjadi replikasi rotavirus didalam saluran pencernaan, dan virus hidup ini bisa ditemukan dalam feses /kotoran penerima vaksin rotavirus. Antigen kedua jenis rotavirus vaksin ini diperoleh dari rotavirus re-assortant (hasil replikasi dan pertukaran material genetik sesama rotavirus) dari rotavirus bovine (sapi) dengan rotavirus manusia, atau dari rotavirus simian (monyet) dengan rotavirus manusia. Atau dari rotavirus manusia Rotavirus ini dikembang biakkan dengan memakai sel ginjal monyet hijau Afrika Kedua jenis rotavirus vaksin ini tidak mengandung zat pengawet, seperti thimerosal Karena ada perbedaan dosis yang dipergunakan antara kedua jenis vaksin rotavirus ini, maka kita harus memperhatikan jadwal imunisasi vaksin sesuai dengan pabrik pembuat vaksin rotavirus tersebut. Hal penting lain yang sebaiknya diketahui sebelum, ataupun setelah memberikan imunisasi vaksin Rotavirus untuk Bayi Anda: 1. Jadwal Imunisasi Vaksin Rotavirus Untuk Vaksinasi Rutin: Oleh ACIP Amerika (Advisory Committee on Immunization Practices) direkomendasikan pemberian 3 dosis vaksin rotavirus yang diminumkan kepada bayi yang berusia 2, 4 dan 6 bulan. Dosis pertama sudah harus diberikan pada saat bayi berusia antara 6 - 12 minggu. Dosis berikutnya harus diberikan dengan interval waktu 4 - 10 minggu, dan seluruh 3 dosis vaksin rotavirus sudah harus selesai diberikan saat bayi mencapai usia 32 minggu. Usia maksimum untuk dosis ke1 kedua jenis vaksin rotavirus adalah 14 minggu dan 6 hari. Minimum waktu tenggang / interval antara dosis yang satu dengan dosis berikutnya adalah 4 minggu Vaksinasi rotavirus jangan diberikan untuk bayi yang telah berusia > 15 minggu dan 0 hari, karena tidak ada data keamanan yang lengkap tentang dosis pertama rotavirus vaksin untuk bayi berusia > 12 minggu. Vaksin rotavirus juga jangan diberikan kepada bayi yang telah berusia > 32 minggu, dengan alasan tidak ada data yang cukup tentang efektifitas dan keamanan vaksin rotavirus untuk bayi pada usia > 32 minggu ini. Vaksin rotavirus dapat diberikan untuk bayi yang sedang menyusui, karena sudah terbukti bahwa efektifitas vaksin rotavirus ini adalah sama antara bayi yang menyusui dengan bayi yang tidak diberi AS Seperti halnya dengan jenis vaksin yang lain, maka vaksin rotavirus bisa diberikan kepada bayi yang sedang menderita sakit ringan yang bersifat sementara, yang dengan atau tanpa disertai demam yang ringan. Source: http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/ 2. Apa perbedaan antara kedua jenis vaksin rotavirus ini ? Mereka berbeda dalam hal : Komposisi vaksin : vaksin yang satu ini mengandung 5 jenis virus re-assortant yang berasal dari rotavirus sapi dan rotavirus manusia (disingkat Vaksin RV5), sedangkan vaksin rotavirus yang lain hanya mengandung 1 jenis rotavirus yang berasal dari rotavirus manusia (disingkat RV1) Dosis dan jadwal vaksinasi kedua jenis vaksin rotavirus berbeda. Vaaksin rotavirus (RV5) terdiri dari 3 dosis, yang diberikan pada saat bayi berusia 2bulan, 4 bulan hiingga 6 buulan. Sedangkan vaksin rotavirus yang lain (RV1), hanya terdiri 2 dosis saja, yang diberikan pada saat bayi telah berusia 2 bulan dan 4 bulan. Kedua jenis vaksin rotavirus ini mengandung rotavirus hidup yang telah dilemahkan (live attenuated rotavirus vaccines) 3. Vaksinasi Simultan Bersamaan Jenis Vaksin Lain (Simultaneous Vaccinaation) : Vaksin Rotavirus bisa diberikan bersamaan dengan vaksin pediatrik yang lain, seperti DTaP (juga DTwP), vaksin Hib (haemophilus influenzae), vaksin IPV (Inactivated Polio Vaccine), vaksin Hepatitis B, dan Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV). Data klinik dan penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi dan gangguan efektifitas vaksin, antara vaksin rotavirus dengan vaksin jenis pediatrik yang disebutkan diatas. 4. Kontraindikasi Vaksin Rotavirus: Vaksin Rotavirus jangan diberikan untuk bayi yang menderita kelainan hipersensitif terhadap vaksin rotavirus atau komponen dari vaksin, atau yang pernah mengalami reaksi alergi serius pada episode vaksinasi rotavirus sebelumnya. 5. Pertukaraan Pemakaian Kedua Jensi Vaksin Rotavirus (Interchangeability of Rotavirus Vaccines): Seringkali terjadi keadaan dimana kontinuitas persediaan vaksin rotavirus terganggu, sehingga kita kesulitan mendapatkan kembali jenis vaksin rotavirus yang telah kita pergunakan sebelumnya, untuk meneruskan dan melengkapi jadwal vaksinasi rotavirus bayi kita. Untuk mengatasi hal ini, maka : Rekomendasi ACIP Amerika adalah usahakan agar supaya vaksinasi dilengkapi hanya dengan jenis vaksin rotavirus yang sama. Tetapi jika hal ini tidak memungkinkan, agar supaya proses vaksinasi tidak sampai terhambat, maka vaksinasi tetap bisa dilangsungkan dengan memakai jenis vaksin rotavirus yang tersedia, meskipun berbeda dengan jenis vaksin yang telah kita pergunakan sebelumnya, dengan mengacuh pada jadwal imunisasi vaksin rotavirus yang dianjurkan, dengan memperhatikan interval waktu antara dosis yang satu dengan dosis berikutnya minimal 4 minggu, untuk melengkapi proses vaksnasi ini. Jika tidak diketahui jenis vaksin rotavirus yang dipergunakan sebelumnya, maka bisa diberikan jenis vaksin rotavirus yang tersedia, dengan mengacuh pada jadwal imunisasi vaksin rotavirus yang dianjurkan, dan semua dosis vaksin rotavirus sudah harus selesai diberikan pada saat bayi berusia 8 bulan dan 0 hari. 6. Jika tidak diketahui jenis vaksin rotavirus yang pernah diberikan sebelumnya, apa yang harus kita lakukan ? Jika memang tidak bisa diketahui jenis vaksin rotavirus yang pernah diberikan sebelumnya pada bayi, untuk situasi demikian, bila usia bayi masih dalam rentang waktu yang tepat untuk pemberian vaksinasi rotavirus, maka berikan saja vaksin rotavirus yang tersedia pada saat itu, sesuai dengan usia bayi dan jadwal imunisasinya, dengan interval waktu antara dosis yang satu dengan dosis berikutnya berselang 4 minggu minimal, dan semua dosis vaksin rotavirus sudah harus selesai diberikan pada saat sebelum bayi berusia 8 bulan dan 0 hari. 7. Apakah bayi premature boleh diberikan vaksin rotavirus ini ? ACIP Amerika merekomendasikan jadwal pemberian vaksin rotavirus ini untuk bayi premature tepat sama dengan jadwal imunisasi vaksin rotavirus untuk bayi yang lahir cukup bulan, dengan syarat: bahwa umur biologis bayi sesuai dengan usia untuk pemberian vaksin rotavirus, misalnya bayi sudah berusia antara 6 minggu hingga maksimal berusia 14 minggu dan 6 hari, maka bisa diberiakn vaksin rtavirus dosis ke 1, juga bahwa keadaan dan kondisi bayi premature tersebut stabil, dan terakhir bahwa vaksin rotavirus itu diberikan pada saat bayi tersebut akan keluar dari rumah sakit kembali ke rumahnya. 8. Bayi sering kali melepehkan (mengeluarkan dari mulut) atau memuntahkan vaksin rotavirus yang diminumkan, bagaimana kita mengatasi hal demikian ? Silahkan mengikuti Cara Pemberian Vaksin Oral untuk bayi sebagai berikut ini: Pertama: berikan vaksin oral ini pada awal kunjungan kerumah sakit atau klinik, pada saat bayi masih tenang, sebelum kita melakukan hal yang lain pada bayi tersebut Kedua: saat vaksinasi rotavirus, usahakan droper vaksin dimasukkan cukup dalam dimulut bayi, namun jangan sampai terlalu dalam hingga dibagian belakang yang akan mengganggu pernafasan bayi dan merangsang refleks muntahnya. Bila bayi mengeluarkan sebagian vaksin rotavirus yang diberikan, maka tidak perlu mengulang vaksinasi tersebut. 9. Bayi yang mana yang tidak boleh diberikan vaksin rotavirus ini ? Jangan memberikan vaksin rotavirus ini kepada bayi yang mempunyai riwayat hipersensitif atau alergi terhadap vaksin rotavirus atau terhadap komponen vaksin, dalam episode vaksinasi rotavirus sebelumnya. 10. Apakah kedua jenis vaksin rotavirus ini bisa menyebabkan KIPI intususepsi usus halus bayi penerima vaksin rotavirus ini ? Dari data penelitian uji klinik untuk kedua jenis vaksin rotavirus ini yang meliputi 60-an ribu hingga 70-an ribu bayi, telah dibuktikan secara statistik bahwa hubungan kejadian intususepsi usus halus tidak ada perbedaan yang bermakna. Vaccine Saves Lives ! Source : www.selukbelukvaksin.com

Leave a Reply

Required fields are marked *

Let me know if it gets a reply
Gantiwarno
Alamat : Jabung Gantiwarno Klaten
Telp :