• contact
    Contact us
    OFFICE
    Jl. Pemuda No. 313, 57412, Klaten
    Tel: (0272) 321572
    Email: dinkes@klatenkab.go.id


TELEPON (0272) 321572

Pertolongan Pertama Jika Bayi Tersedak

Pertolongan Pertama Jika Bayi Tersedak

Jakarta, Anak-anak usia di bawah 3 tahun paling senang memasukkan sesuatu ke dalam mulut karena dari situlah mereka mendapat kepuasan. Efek negatifnya, bayi berisiko tersedak.

Tersedak terjadi ketika ada benda asing yang masuk dan menghambat saluran pernafasan sehingga anak seperti tercekik. Benda apapun yang ukurannya bisa masuk ke mulut anak sangat mungkin tertelan, lalu tersangkut di aliran pernafasan dan menyebabkan tersedak.

Saat tersedak, umumnya anak memberi tanda dengan meletakkan tangannya di leher. Tanda lain yang mungkin menyertai antara lain tidak mampu bicara, sulit bernafas atau nafasnya bersuara, tidak bisa batuk, bibir dan kulit menghitam kemudian kehilangan kesadaran atau pingsan.

Bayi yang tersedak harus segera mendapat pertolongan, yaitu sebagai berikut:

1. Letakan bayi dalam posisi telungkup di lengan dengan kepala bayi lebih rendah dari atau dadanya.

2. Sangga kepala bayi dengan telapak tangan. Jangan menutupi mulut bayi atau menekan atau lehernya.

3. Gunakan tumit dari salah satu tangan untuk menepuk punggung bayi sebanyak 5 kali, tepat di antara tulang belikat bayi.





4. Jika benda yang membuat tersedak tidak juga keluar, sangga kepala bayi dan ubah posisinya menjadi telentang di atas paha. Jaga kepala bayi lebih rendah dari tubuhnya.

5. Berikan 5 kali tekanan dengan cepat pada tulang dada di bawah puting bayi menggunakan 2 - 3 jari.





6. Terus berikan 5 tepukan punggung dan 5 tekanan pada dada sampai obyek keluar.

7. Jika bayi pingsan, segera hubungi ambulans atau bawa ke RS terdekat.

Tags: dinkes, dinkes klaten, dinas kesehatan klaten, bayi tersedak, klatenkab, pertolongan pertama, kesehatan masyarakat


2 Komentar "Pertolongan Pertama Jika Bayi Tersedak"
  • Anake Wong Kandrikalang 23 Jan 2017 at 06:43 am
    Mohon agar Dinas Kesehatan dapat memberi teguran terhadap RSI Cawas yang dalam melakukan pelayanan kesehatan kurang nyaman bagi pasien. Perlu kami informasikan bahwa pada hari kamis 12 januari 2017 keluarga dari (Almarhum Hadi Sumarno Dusun Kandrikalang, Kedungampel, Cawas) waktu itu memeriksakan almarhum untuk minta rawat inap dan infus karena kondisi almarhum sakit dan kurang dapat mencerna makanan dengan baik. Untuk menelan asupan makanan lewat mulut sakit. Tapi dari hasil pemeriksaan dokter dinyatakan sehat dan disuruh pulang. Padahal pasien merasa sakit dan ingin minta pertolongan infus, tapi fihak dokter yang memeriksa bersikeras dan menyatakan bahwa pasien sehat, dan hanya diberi penanganan berupa suntik nafsu makan. Setelah itu pasien disusuh bawa pulang ke rumah. Pagi hari berikutnya hari jumat akhirnya fihak keluarga membawa ke RSI Klaten, dan segera mendapat perawatan medis dengan cepat. Namun kondisi almarhum akhirnya tidak tertolong. Almarhum meninggal pukul 12.40 WIB, Melihat kenyataan tersebut, kami menyesalkan tindakan awal dan diaknosa dokter dari RSI Cawas yang menyatakan pasien sehat. Padahal di RSI Klaten dinyatakan kondisi yang sebaliknya malah dalam kondisi kritis. Penanganan dilakukan dengan cepat, pemasangan infus dan dibantu alat mesin medis. Berbeda jauh dari RSI Cawas. Mohon dari Dinas Kesehatan mempertimbangkan kembali pemberian izin operasional rumah sakit RSI Cawas, terutama terkait dengan sikap dan profesionalisme dalam memberi penanganan pasien. Demikian, untuk menjadikan periksa dan terimakasih. Reply
  • Anake Wong Kandrikalang 23 Jan 2017 at 06:45 am
    Mohon agar Dinas Kesehatan dapat memberi teguran terhadap RSI Cawas yang dalam melakukan pelayanan kesehatan kurang nyaman bagi pasien. Perlu kami informasikan bahwa pada hari kamis 12 januari 2017 keluarga dari (Almarhum Hadi Sumarno Dusun Kandrikalang, Kedungampel, Cawas) waktu itu memeriksakan almarhum untuk minta rawat inap dan infus karena kondisi almarhum sakit dan kurang dapat mencerna makanan dengan baik. Untuk menelan asupan makanan lewat mulut sakit. Tapi dari hasil pemeriksaan dokter dinyatakan sehat dan disuruh pulang. Padahal pasien merasa sakit dan ingin minta pertolongan infus, tapi fihak dokter yang memeriksa bersikeras dan menyatakan bahwa pasien sehat, dan hanya diberi penanganan berupa suntik nafsu makan. Setelah itu pasien disusuh bawa pulang ke rumah. Pagi hari berikutnya hari jumat akhirnya fihak keluarga membawa ke RSI Klaten, dan segera mendapat perawatan medis dengan cepat. Namun kondisi almarhum akhirnya tidak tertolong. Almarhum meninggal pukul 12.40 WIB, Melihat kenyataan tersebut, kami menyesalkan tindakan awal dan diaknosa dokter dari RSI Cawas yang menyatakan pasien sehat. Padahal di RSI Klaten dinyatakan kondisi yang sebaliknya malah dalam kondisi kritis. Penanganan dilakukan dengan cepat, pemasangan infus dan dibantu alat mesin medis. Berbeda jauh dari RSI Cawas. Mohon dari Dinas Kesehatan mempertimbangkan kembali pemberian izin operasional rumah sakit RSI Cawas terutama terkait sikap dan profesionalisme dalam memberi penanganan pasien. Demikian, untuk menjadikan periksa dan terimakasih. Reply
Tinggalkan Komentar

Masukkan identitas anda.

Beritahu saya jika mendapat balasan.


© 2013 Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten | Develop by Garuda Multi Talent, all rights reserved.